Indonesia

Mewujudkan Peluang pada Abad 21 Melalui Global Value Chain yang Tangguh untuk Industri Tekstil dan Pakaian


Pandemi COVID-19 telah menimbulkan krisis kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan guncangan eksternal terhadap ekonomi global. Lockdown yang diterapkan di seluruh dunia, tindakan karantina, dan penghentian mendadak terhadap mobilitas global, telah memaksa banyak bisnis untuk tutup dan produksi atas berbagai barang dan jasa ditangguhkan. Akibatnya, ekonomi dunia diperkirakan akan bergejolak dan negara-negara akan menghadapi pengangguran dan tingkat kemiskinan yang cukup besar. Krisis ekonomi yang berasal dari gejolak penawaran dan permintaan kemungkinan besar akan meninggalkan warisan yang belum pernah kita alami sejak Great Depression.

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan krisis kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan guncangan eksternal terhadap ekonomi global. Lockdown yang diterapkan di seluruh dunia, tindakan karantina, dan penghentian mendadak terhadap mobilitas global, telah memaksa banyak bisnis untuk tutup dan produksi atas berbagai barang dan jasa ditangguhkan. Akibatnya, ekonomi dunia diperkirakan akan bergejolak dan  negara-negara akan menghadapi pengangguran dan tingkat kemiskinan yang cukup besar. Krisis ekonomi yang berasal dari gejolak penawaran dan permintaan kemungkinan besar akan meninggalkan warisan yang belum pernah kita alami sejak Great Depression.

Selama masa-masa sulit ini, Islamic Development Bank (IsDB) berusaha untuk memberikan bantuan yang paling tepat sasaran kepada negara-negara anggota kami guna memulai kembali ekonomi dan memposisikan kembali diri mereka dalam Global Value Chain (GVC). 57 negara anggota IsDB banyak yang mencakup ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bersama-sama, mereka mewakili daya beli hampir seperempat populasi dunia. PDB gabungan negara-negara anggota IsDB berjumlah sekitar 7 triliun dolar AS. Dengan tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 8% per tahun, ekonomi mereka memiliki potensi yang cukup besar untuk lebih meningkatkan pangsa pasar dalam ekonomi global. Pandemi virus Covid-19 dapat menimbulkan risiko dan kerentanan jangka pendek hingga menengah, tetapi keberhasilan dalam mengatasi hambatan jangka pendek dan dapat pulih dengan cepat, akan memungkinkan negara-negara anggota IsDB dalam meningkatkan pangsa pasar mereka dalam ekonomi global. Selanjutnya meningkatkan nilai tambah dalam perekonomian mereka dan menciptakan lapangan kerja untuk mendukung pembangunan sosial ekonomi.

Global Value Chain pada Tekstil dan Pakaian di Negara Anggota IsDB

Kami telah mengidentifikasi bahwa industri tekstil dan pakaian menjadi salah satu industri utama di mana negara anggota kami memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambahnya, memacu pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan peluang kerja. Industri tersebut mendukung ekspor mereka, menciptakan lapangan kerja yang cukup banyak, juga merupakan industri pemula dalam proses industrialisasi mereka. Ketika industri berkembang, hal itu dapat memberikan dasar untuk membangun modal bagi industri yang lebih menuntut teknologi. Misalnya, ekspor tekstil dan pakaian merupakan 85% dari total ekspor Bangladesh, 59% dari Pakistan, 12% dari Turki, dan 11% dari Mesir. Sektor padat karya mempekerjakan jutaan orang di negara anggota IsDB. Pangsa pekerjaan di industri tekstil dan pakaian, dari total tenaga kerja manufaktur adalah 40% di Bangladesh dan Pakistan, 28% di Turki, dan 27% di Indonesia.

Secara total, negara anggota IsDB menyumbang 15% dari produksi bahan mentah global, 11% dari ekspor tekstil global, dan 17% dari ekspor pakaian global. Selain itu, mereka menyumbang 25% dari produksi kapas global dan 16% dari ekspor kapas global. Negara-negara anggota IsDB secara akumulatif juga menyumbang 26% dari produksi wol global tetapi hanya 3% dari ekspor wol global. Negara-negara anggota IsDB sangat bergantung pada impor mesin tekstil dan pakaian jadi. Mereka menyumbang 3% dari ekspor di seluruh dunia sedangkan 23% untuk impor. Sebagian besar negara anggota IsDB berkecimpung dalam bahan mentah atau tahap produksi tekstil dan pakaian GVC dan mereka memainkan peran terbatas dalam tahap paling bernilai tambah di ritel, yang terdiri dari pemasaran, branding, dan penjualan. Dengan demikian, mereka telah membuka potensi untuk meraup lebih banyak manfaat dari pasar global.

Tren Membentuk Masa Depan Tekstil dan Pakaian GVC

Dalam analisis rinci kami pada tekstil dan pakaian jadi GVC, kami mengidentifikasi beberapa tren yang akan membentuk upaya untuk membangun kembali rantai nilai yang tangguh di masa depan. Pertumbuhan populasi dunia, peningkatan urbanisasi, dan masalah kelestarian lingkungan, akan berdampak pada industri tekstil dan pakaian secara global. Inovasi yang didorong oleh teknologi telah mulai membentuk berbagai tahapan tekstil dan pakaian. Aplikasi data besar, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomasi, robotika, pembelajaran mesin, dan teknologi 3D sudah mulai meningkatkan proses desain produk dan mengurangi waktu tunggu, melalui inovasi seperti: mesin potong laser, robot jahit, dan nanoteknologi. Internet of things dan teknologi blockchain diharapkan membawa transparansi dan keterlacakan yang lebih besar di seluruh rantai pasokan. Serat berkelanjutan dan daur ulang diharapkan dapat menggantikan sumber bahan baku intensif dengan kecepatan yang meningkat, smart textiles memiliki potensi besar untuk digunakan di beberapa industri seperti otomotif, konstruksi, dan peralatan medis.

Mengenai tren spesifik industri, diversifikasi dan penyertaan pemasok global baru, ini memungkinan peningkatan nearshoring, menjadi lebih dekat ke pasar penjualan akhir, dengan pertumbuhan pasar Asia yang dapat memengaruhi keputusan perusahaan terkemuka. Selain itu, perusahaan terkemuka akan mencari kemitraan strategis dengan pemasok tingkat pertama untuk memenuhi permintaan dan mengurangi waktu tunggu. Terkait hal itu, pemasok diharapkan memiliki kemampuan paket lengkap, profesional, dan keahlian digital untuk integrasi dari ujung ke ujung dan meningkatkan persyaratan digitalisasi untuk pengadaan, produksi, dan penjualan di platform digital. Struktur pasar masa depan takan ditentukan oleh lokasi suatu negara, serta kemampuan industri tekstil dan pakaian untuk menyediakan produksi yang hemat biaya, keterampilan kompetitif, produk berkualitas, dan waktu tunggu yang efisien.

Sangat penting bagi negara anggota IsDB untuk beradaptasi dengan tren ini, yaitu mengikuti perkembangan teknologi agar dapat bersaing secara internasional dan memposisikan diri kembali di Global Value Chain untuk terlibat dalam aktivitas bernilai tambah yang lebih tinggi dalam membangun kembali Global Value Chain tekstil dan pakaian menjadi yang tangguh. Gejolak eksternal dari COVID-19 terhadap industri tekstil dan pakaian akan mempercepat laju transformasi yang disebabkan oleh tren besar di seluruh dunia, tren khusus industri dan pergeseran ke inovasi teknologi. Negara dan perusahaan yang dapat beradaptasi dengan tren ini dengan langkah cepat akan dapat meraup keuntungan banyak dalam jangka menengah hingga panjang. Jika negara-negara anggota IsDB tidak mengambil tindakan cepat untuk memulai kembali dan merestrukturisasi ekonomi mereka sejalan dengan pergeseran ini, kesenjangan kekayaan, teknologi, dan produktivitas dengan negara lain kemungkinan besar akan melebar. Ini akan memiliki dampak negatif pada lapangan kerja dan tingkat kemiskinan dengan prospek suram bagi perkembangan sosial ekonomi mereka di tahun-tahun mendatang yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mempromosikan Koalisi Industri dan Kemitraan untuk Masa Depan

Dalam peralihan menuju bisnis barunya, IsDB telah menetapkan tujuan yang jelas untuk mengkatalisasi investasi publik dan swasta untuk pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara anggotanya. IsDB menempatkan kemitraan yang kuat antara sektor publik dan swasta sebagai inti strateginya untuk mendorong modernisasi dan pertumbuhan secara berkelanjutan. Beberapa area potensial untuk kerjasama dalam model bisnis baru IsDB termasuk didalamnya kemitraan antara negara-negara anggota IsDB untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi, pembiayaan bersama dengan pemerintah, Bank pembangunan multilateral dan organisasi internasional lainnya, dan turut serta dalam sumber daya sektor swasta dalam intervensi pembangunan. IsDB sedang membangun platform yang luas untuk menyatukan berbagai aktor untuk memastikan kolaborasi yang efektif di antara mereka di berbagai sektor termasuk tekstil dan pakaian.

Publikasi IsDB tentang masa depan industri tekstil dan pakaian merupakan langkah besar untuk mewujudkan tujuan yang ditujukan dalam artikel ini. Model bisnis baru IsDB mensyaratkan dukungan pengembangan sosio-ekonomi di 57 negara anggota dengan menawarkan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam tantangan pembangunan dan membangun kemitraan kolaboratif. Kami percaya bahwa hanya dengan upaya kolaboratif kami dapat mengatasi tantangan di zaman ini dan kami meminta komunitas global untuk bergabung dengan IsDB untuk membangun kembali masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.